Dear Unegers!
Mari kita lanjutkan potongan kisah di edisi
sebelumnya ya!
Hingga pukul 01.30, saya belum juga
mendapat giliran. Saya membantu teman-teman perlengkapan mengambil karpet untuk
panggung utama, lalu tertidur di dekat printer, dan terbangun dua jam kemudian.
Saya melihat Opan tengah mencetak sesuatu. Saya terbangun dan mendekatinya.
“Mau nge-print, Mi?” tanyanya pelan.
“Mmm, teklap belum di-print dari tadi,”
kata saya.
Ketika Opan selesai, saya segera mengambil
alih printer dan mencetak lembar demi lembar teklap.
“Aku boleh tidur ndak?”
“Mmm... tidur aja,” jawab saya pelan. Opan
menarik napas lega lalu meninggalkan saya.
Saya menatap seluruh ruangan, memperhatikan
tubuh-tubuh kelelahan yang menghampar di hadapan saya. Hari ini semuanya harus
berhasil, tekad saya dalam hati.