Selasa, 16 Mei 2017

Trip to Sumbawa Barat (2)

17 Januari 2017

Hello Unegers! Welcome to our second day trip in KSB! Pagi ini, kami menjajal keindahan air terjun Kalela yang berada di Kecamatan Jereweh. Jarak tempunya sekitar 45 menit dari Meraran. Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan keindahan pantai dan laut, suasana ramai di jalan kecamatan, dan indahnya area persawahan. Kami harus menyusuri jalan setapak sebelum akhirnya tiba di lokasi air terjun.

Me and Kalela Waterfall
“Ini tempatnya? Nice!” kata saya dengan perasaan heran dan agak nggak ikhlas, sih. Saya melihat sebuah air terjun yang cukup tinggi namun aliran airnya kecil, dan kenampakannya tidak terlalu berkesan untuk dikatakan ‘nice’. Nugrah tak kuasa menahan tawa melihat ekspresi kecewa saya. “Bukan yang itu, Mi,” kata Nugrah lalu menuntun kami menuju ke jalan yang benar. Eh, menuju air terjun yang sebenarnya. Kami melalui jalan setapak di dalam hutan selama sekitar 10 menit menuju lokasi. Suara riak air terjun terdengar jelas di telinga. Saya tak kuasa menahan rasa kagum saat menyaksikan air terjun yang ‘sebenarnya’. Oh my gosh, it’s truly nice!

Senin, 15 Mei 2017

Trip to Sumbawa Barat (1)

Hello Unegers! 

Kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita ngetrip saya dan tim ahli saya (wkwkwk) ke Sumbawa Barat bulan Januari lalu. Yaaaah, walaupun udah kadaluwarsa boleh lah ya dibagi-bagi dikit hehehe. Anyway, keberangkatan kita ini dalam rangka menikmati tiga hari masa liburan semester ganjil. Kami memutuskan ke Sumbawa Barat supaya bisa lebih leluasa menikmati waktu luang yang kami miliki. Yaaah, quality time dikit boleh lah ya, hehehe

Yuk, tanpa basa basi lagi kita langsung berangkaaattt!!!

16 Januari 2017

Pos kumpul kami di rumah Indah. Pukul 14.00 kami berangkat ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kami beranggotakan enam mahasiswa kece: Cendra, Arif, Nugrah, Indah, Cindy, dan saya tentunya, kkk. Perjalanan kami lancar dan cukup mulus. Sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang laur biasa menakjubkan. Saya terakhir kali ke KSB tahun 2012 untuk kirab pataka HUT NTB. Rasanya senang banget bisa ke sini lagi.

Tim ekspedisi KSB

Minggu, 14 Mei 2017

My Skrip-sweet ^^

Hello my lovely Unegers!!!! Long time no seeee!!! >.<

Oh my gosh, akhirnya saya bisa nulis lagi setelah lama vakum dari dunia tulis menulis T_T
Apa kabar semuanya? Alhamdulillah saya masih sibuk dengan bermacam-macam aktivitas. Dalam tulisan ini dan beberapa tulisan ke depan, saya mau ngajak Unegers semua flash back dulu, menengok apa yang menyebabkan saya sampe vakum selama ini wkwkwk.

Episode kali ini, sesuai judulnya, akan menceritakan lika liku saya menghadapi sidang skripsi. Ya! Sidang skripsi yang begitu menakutkan bagi banyak mahasiswa. Alhamdulillah sekarang udah bisa sedikit bernapas lega, setidaknya sidang akhir udah beres, tinggal revisi (yang belum juga kelar sampe hari ini), yudisium, dan wisuda.

Well, seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, saya juga melalui tahapan seminar proposal, seminar hasil, dan sidang akhir. Saya tidak sendiri di posisi ini. Ada tiga sahabat saya yang juga melalui prosesi yang sama, Indah, Cindy, dan Fajri. Khusus untuk saya, Indah, dan Cindy, topik skripsi kami adalah topik penelitian yang kami lakukan di Jepang dulu, sehingga harapannya bisa lulus 3,5 tahun.

Empat mahasiswa pertama UTS yang sukses melaksanakan sidang akhir (ki-ka: Fahmi, Indah, Cindy, Fajri)

Minggu, 04 September 2016

Aku Pasti Kembali…

Dear Unegers!

Berakhirnya Pagelaran  Seni dan Budaya ‘Suar Teja Raboran’ malam tadi menjadi penghujung perjalanan Twelovers dalam program KKN UTS Angkatan I Tahun 2016. Akhirnya kami harus mengakhiri perjalanan kami di sini. Jujur aja sih, saya sedikit nggak rela harus menyelesaikan semua ini. Namun apalah daya, kami harus melanjutkan perjalanan kami sebagai seorang mahasiswa.


Usai penampilan semalam, saya tidak langsung pulang. Kami singgah dulu ke rumah Pak Aci untuk berganti pakaian dan makan malam. Kami berbincang sepanjang malam membahas penampilan tadi. Saya merasa terharu karena banyak yang mengapresiasi penampilan kami.

“Hebat UTS, pagelaran pertama di Moyo Hulu diadakan sama anak-anak UTS,” kata Kak Nicky, penyanyi Sarembang Kilung. Nggak heran sih. Selain sebagai panitia dan talent, MC acara tadi malam juga dibawakan oleh Yunan dan Nimas yang notabene mahasiswa UTS. Sambil membereskan tumpukan kostum di ruang tengah, saya berbincang sembari bercanda dengan teman-teman penari yang lain. Huaaaa…. Rasanya nggak pengen pulang T___T

Sabtu, 03 September 2016

Suar Teja Raboran Day 3: It’s The Show Time!!!!!!

Dear Unegers!

Saya benar-benar tidak bisa memastikan bagaimana perasaan saya hari ini. Hari ini kami akan tampil untuk pagelaran seni. Namun hari ini juga, kami harus menyelesaikan laporan akhir KKN. Huft, padahal tadinya dikumpul sepuluh hari setelah penarikan. Ah sudahlah, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Jadilah sejak subuh saya berkutat dengan dokumen laporan akhir. Hingga pukul 14.00—batas waktu pengumpulan laporan akhir—laporan kami tak kunjung usai *apalah arti aku bekerja bila laporaaaan tak kunjuuuung usaaaai—nyanyi ala Raisa :’D *


Keadaan semakin mencekam karena hujan deras turun membasahi bumi Desa Sebasang sejak pukul 13.45. Alhasil, saya tidak berhasil mengumpulkan laporan akhir tepat waktu. Hujan terus mengguyur Sebasang hingga pukul 17.00. Saat hujan usai, hal yang saya pikirkan adalah panggung pentas kami nanti malam. Mudah-mudahan tidak licin.

Jumat, 02 September 2016

Suar Teja Raboran Day 2: Warna Warni Pawai Budaya

Dear Unegers!


Hari ini Desa Sebasang masih diramaikan oleh rangkaian acara Suar Teja Raboran. Sore ini akan diselenggarakan Pawai Budaya dari depan kantor Balai Penyuluh Pertanian Moyo Hulu hingga Lapangan Desa Sebasang yang merupakan pusat penyelenggaraan kegiatan. Di lapangan sudah dibangun satu panggung baru secara gotong royong oleh warga masyarakat dengan ukuran sekitar 12 x 8 m2.

Kamis, 01 September 2016

Suar Teja Raboran Day 1: Rezeki Para Pencari Jajanan Gratis

Dear Unegers!


Hari ini balai kantor desa sudah dipadati oleh ibu-ibu warga Desa Sebasang. Jadi hari ini rangkaian acara Suar Teja Raboran resmi dimulai, dibuka dengan lomba memasak dan lomba malisu. Malisu merupakan seni menghias tempat seserahan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sumbawa, biasanya berbentuk angsa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh RT yang ada di Desa Sebasang.