Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2016

Aku Pasti Kembali…

Dear Unegers!

Berakhirnya Pagelaran  Seni dan Budaya ‘Suar Teja Raboran’ malam tadi menjadi penghujung perjalanan Twelovers dalam program KKN UTS Angkatan I Tahun 2016. Akhirnya kami harus mengakhiri perjalanan kami di sini. Jujur aja sih, saya sedikit nggak rela harus menyelesaikan semua ini. Namun apalah daya, kami harus melanjutkan perjalanan kami sebagai seorang mahasiswa.


Usai penampilan semalam, saya tidak langsung pulang. Kami singgah dulu ke rumah Pak Aci untuk berganti pakaian dan makan malam. Kami berbincang sepanjang malam membahas penampilan tadi. Saya merasa terharu karena banyak yang mengapresiasi penampilan kami.

“Hebat UTS, pagelaran pertama di Moyo Hulu diadakan sama anak-anak UTS,” kata Kak Nicky, penyanyi Sarembang Kilung. Nggak heran sih. Selain sebagai panitia dan talent, MC acara tadi malam juga dibawakan oleh Yunan dan Nimas yang notabene mahasiswa UTS. Sambil membereskan tumpukan kostum di ruang tengah, saya berbincang sembari bercanda dengan teman-teman penari yang lain. Huaaaa…. Rasanya nggak pengen pulang T___T

Sabtu, 03 September 2016

Suar Teja Raboran Day 3: It’s The Show Time!!!!!!

Dear Unegers!

Saya benar-benar tidak bisa memastikan bagaimana perasaan saya hari ini. Hari ini kami akan tampil untuk pagelaran seni. Namun hari ini juga, kami harus menyelesaikan laporan akhir KKN. Huft, padahal tadinya dikumpul sepuluh hari setelah penarikan. Ah sudahlah, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Jadilah sejak subuh saya berkutat dengan dokumen laporan akhir. Hingga pukul 14.00—batas waktu pengumpulan laporan akhir—laporan kami tak kunjung usai *apalah arti aku bekerja bila laporaaaan tak kunjuuuung usaaaai—nyanyi ala Raisa :’D *


Keadaan semakin mencekam karena hujan deras turun membasahi bumi Desa Sebasang sejak pukul 13.45. Alhasil, saya tidak berhasil mengumpulkan laporan akhir tepat waktu. Hujan terus mengguyur Sebasang hingga pukul 17.00. Saat hujan usai, hal yang saya pikirkan adalah panggung pentas kami nanti malam. Mudah-mudahan tidak licin.

Jumat, 02 September 2016

Suar Teja Raboran Day 2: Warna Warni Pawai Budaya

Dear Unegers!


Hari ini Desa Sebasang masih diramaikan oleh rangkaian acara Suar Teja Raboran. Sore ini akan diselenggarakan Pawai Budaya dari depan kantor Balai Penyuluh Pertanian Moyo Hulu hingga Lapangan Desa Sebasang yang merupakan pusat penyelenggaraan kegiatan. Di lapangan sudah dibangun satu panggung baru secara gotong royong oleh warga masyarakat dengan ukuran sekitar 12 x 8 m2.

Kamis, 01 September 2016

Suar Teja Raboran Day 1: Rezeki Para Pencari Jajanan Gratis

Dear Unegers!


Hari ini balai kantor desa sudah dipadati oleh ibu-ibu warga Desa Sebasang. Jadi hari ini rangkaian acara Suar Teja Raboran resmi dimulai, dibuka dengan lomba memasak dan lomba malisu. Malisu merupakan seni menghias tempat seserahan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sumbawa, biasanya berbentuk angsa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh RT yang ada di Desa Sebasang.

Minggu, 28 Agustus 2016

Perlombaan Islami 2016: Yuk ke Masjid!

Dear Unegers!

Uwaaahh, nggak terasa loh Unegers semuanya, masa KKN kami di Desa Sebasang udah mau beres. Kami masih ngutang beberapa program dengan keluarga besar kami di Desa Sebasang ini. Semakin menjelang habis masa KKN, rasa baper ini mulai melanda, huhuhu… T_T

Anyway, ada satu pesan Paman Her—Kepala Desa Sebasang—kepada kami saat baru menapakkan kaki di Desa Sebasang. “Tolong bantu kami untuk memperbaiki akhlak pemuda-pemuda di Desa Sebasang. Kalo bisa, kalian rangkul mereka, ajak ke masjid, ramaikan masjid,” kira-kira begitu permintaan beliau. To be honest, it’s so hard! Memperbaiki diri sendiri aja saya belum beres, kemudian dapat pesan untuk merangkul teman-teman di sini. Rasanya belum siaaaaap. Tapi bagaimanapun juga, itu adalah amanah dari tuan rumah, yang menurut kami ‘harus coba diselesaikan’.

Senin, 22 Agustus 2016

BEDAH RUMAH? NO! INI ADALAH ‘BEDAH PERPUSTAKAAN’ (2)

Dear Unegers!

Proyek 'Bedah Perpustakaan' kami masih berlanjut loh. Bagaimana kisah program kami selanjutnya? Nggak usah basa basi lagi, check list out!

13-14 Agustus 2016: Bedah Perpustakaan SDN 1 Sebasang Ketanga

Seminggu kemudian, giliran SDN 1 Sebasang Ketanga yang kami bedah. Hari Sabtu, kami hanya mengeluarkan rak buku yang sudah rusak cukup parah. Rencananya, kami akan menjadikan rak itu untuk rak sepatu. Semua sisa pekerjaan kami lakukan di hari Minggu. Nah, kali ini baru namanya ‘Bedah Perpustakaan’ karena sebagian besar pekerjaan dikebut hari Minggu dan kurang dari 12 jam, wkwkwk.

Alhamdulillah, hari itu kami dapat undangan pagi ke syukuran khitanan *dapat jatah makan gratis lagi :’D*. Beres acara sunatan, kami memindahkan rak gantung dan seperangkat alat shalat *eeiitts bukan* maksudnya seperangkat peralatan pertukangan ke ruang perpustakaan. Usai shalat dzuhur, kami mulai mengeksekusi ruang perpustakaan. Teng! Mission starts from now on!

BEDAH RUMAH? NO! INI ADALAH ‘BEDAH PERPUSTAKAAN’ (1)

Dear Unegers!

Apa kabar semuanya? Hmm… mohon maaf saya absen agak lama untuk postingan ini. Well, kali ini saya akan berbagi tentang salah satu program yang kami bawa dalam KKN kami, yakni program penataan perpustakaan. Program ini termasuk dalam program pendidikan, yang bertujuan untuk melakukan penataan ulang ruang perpustakaan sebagai sumber pengetahuan bagi siswa siswa sekolah dasar di Desa Sebasang. Harapannya, dengan melakukan penataan ulang ini minat siswa siswi untuk berkunjung ke perpustakaan semakin meningkat.


Bulan Juni lalu sebelum KKN, kami telah melakukan survei ke sekolah yang ada di Sebasang. Tercatat ada dua sekolah dasar (SD) yang terletak di Sebasang, yakni SDN 1 Sebasang Ketanga dan SDN 2 Sebasang Ketanga. Kedua SD ini letaknya bersebelahan, hanya dipisahkan oleh sebuah gang. Alhamdulillah, respon kepala sekolah dan guru-guru di kedua sekolah sangat positif. Dari sejumlah program yang kami tawarkan, program penataan perpustakaan yang paling disetujui.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Lomba Mewarnai Anak: Meriahnya Dunia Anak-Anak

Dear Unegers!

Hari ini balai desa kembali diramaikan oleh kegiatan KKN UTS Desa Sebasang. Kalo tanggal 10 kemarin yang ramein bapak-bapak dan ibu-ibu, kali ini yang ngeramein adalah dedek-dedek gemes!!! Yup, hari ini kami mengadakan Lomba Mewarnai Anak-Anak, mengundang anak-anak berusia 4-7 tahun yang berdomisili di Desa Sebasang dan sekitarnya. Lomba ini terselenggara dengan dukungan Moorlife dan Sophie Paris selaku sponsor.


Ide awalnya lomba ini sih kami dapat setelah melakukan silaturrahmi ke PAUD dan TK yang ada di Desa Sebasang. Para pengajar meminta agar diadakan kegiatan untuk adik-adik di sini juga. Dari kunjungan tersebut, akhirnya Arona—ketua tim pendidikan—memutuskan untuk mengadakan lomba mewarnai.
Kami pun membuat konsep lomba, lalu menyebarkan undangan ke sejumlah sekolah di Sebasang dan sekitarnya, seperti Semamung dan Leseng. Alhamdulillah, respon dari sekolah sangat baik. Kami berhasil mengumpulkan sekitar 50 peserta yang terbagi ke dalam dua kelas, yakni kelas A (usia 4-5 tahun) dan kelas B (usia 6-7 tahun).

Sabtu, 06 Agustus 2016

Ayo Adik-Adik... Waktunya ke Posyandu ^_^

Dear Unegers!
“Ayooo, guys! Waktunya beres-beres,” kata saya usai shalat subuh dengan suara masih setengah mengantuk. Kami membereskan barang-barang yang masih tergeletak di ruang beranda. Tas jinjing dan koper-koper diangkut dan diatur di kamar mahasiswi. Pakaian yang masih menggantung dibereskan semuanya. Setelah itu kami membersihkan ruangan dan halaman posko.
Loh… loh… loh… KKN udah bereskah???
Nggaaaaak. KKN kami masih jalan sampai tanggal 31 Agustus kok, xixixi. Pagi ini kami harus beres-beres posko karena tempat tinggal kami ini akan digunakan untuk kegiatan pelayanan Posyandu—posko kami aslinya emang Posyandu desa. Usai beres-beres, beberapa teman mandi, kemudian sebagian yang lain—termasuk saya—menjelma menjadi tim masak dadakan, berhubung sejak pagi kami fokus ke beres-beres. Beberapa barang Posyandu, seperti timbangan dan meja pelayanan, juga kami atur agar siap digunakan.


Kamis, 04 Agustus 2016

Kelas Mengaji: Waktunya Kembali ke Masa Kecil

Dear Unegers!
Dari sekian banyak program KKN yang kami jalankan, program pertama yang berhasil kami lakukan adalah mengadakan 'kelas mengaji'. Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan religi kepada anak-anak di Desa Sebasang agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, bisa menghapal surat-surat pendek dan memahami bacaan shalat.


Sebelumnya kami telah melakukan diskusi dengan masyarakat di Desa Sebasang, terutama dari hukum masjid. Menurut mereka, kebanyakan anak-anak di sini sudah mengaji dan tersebar di berbagai tempat. Ada yang di TPQ, ada juga yang diajar keluarganya. Biasanya jadwal anak-anak sini antara siang pulang sekolah hingga ba’da Ashar.
Kami pun meminta kerja sama dari TPQ setempat agar adik-adik ini bisa kami bina di masjid desa. Alhamdulillah, sambutan dari pihak TPQ sangat baik. Kami meminta waktu tiga kali sepekan untuk belajar mengaji bersama adik-adik di Sebasang.

Rabu, 03 Agustus 2016

KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA (KKN UTS) ANGKATAN I / 2016

Annyeong haseyo Unegers! Lama tidak jumpa pemirsa, hehehe. Akhirnya, setelah sekian lama vakum dari blog tercinta ini, saya punya kesempatan juga untuk menulis lagi. Kali ini, saya akan menulis sebuah momen berharga sebagai mahasiswa tingkat akhir yang hanya akan terjadi sekali seumur hidup: Kuliah Kerja Nyata (KKN)!


Well, mungkin sebagian besar teman-teman mahasiswa di sini sudah tau lah ya apa itu KKN. Sederhananya, KKN merupakan program pengabdian masyarakat, di mana mahasiswa diterjunkan langsung di sebuah lingkungan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Nah, di sinilah ilmu kita sebagai seorang mahasiswa benar-benar diaplikasikan, mulai dari penerapan pengetahuan di bidang keilmuan, ilmu keorganisasian, dan lain-lain. Malahan, KKN itu merupakan sekolah sebenarnya bagi seorang mahasiswa. Kenapa? Karena di kehidupan bermasyrakat inilah kita ditempa untuk berhadapan dengan dinamika kehidupan masyarakat yang penuh ragam dan warna. Kita diminta untuk menghadapi semua itu dengan segala potensi dan peran kita sebagai seorang anggota sipil terpelajar, hohoho. Jadi mahasiswa itu nggak bisa cuma berteori di kelas, tapi juga harus bisa menyampaikan ilmu yang dipelajari agar bermanfaat bagi sesama.